Selasa, 15 Maret 2011

Pelajar Islam Pewaris Ilmu Kimia

Sudah bukan jamannya lagi kita menganggap Ilmu Kimia harus dipelajari dari barat. Karena ternyata para ilmuwan muslim yang berhasil mengembangkannya menjadi seperti yang kita kenal sekarang.





Para ilmuwan dan sejarah Barat pun mengakui bahwa dasar-dasar Ilmu Kimia modern diletakkan oleh para kimiawan Muslim. Tak heran bila dunia menetapkan kimiawan Muslim bernama Jabir Ibnu Hayyan sebagai Bapak Kimia Modern.

Makanya bila kita ingin mengembangkan pengetahuan di bidang kimia maka segera saja mulai dari para kimiawan muslim.



“Para kimiawan Muslim adalah pendiri ilmu kimia,” cetus ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M. Tanpa tedeng aling-alinng, Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith, juga mengakui bahwa para kimiawan Muslim pada zaman kekhalifahanlah yang meletakkan fondasi Ilmu Kimia modern. “Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar,” ungkapnya. Sedangkan peradaban Islam, papar dia, telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, serta catatan atau dokumen yang begitu teliti.(republika.com)

Jangan dikira ini hanyalah cerita cerita kejayaan di ratusan tahun yang lalu, karena kualitas karya para ilmuwan abad ketujuh ini belum ada tandingannya sampai saat ini. Sejarah mencatat bahwa kimiawan muslim telah mengubah teori-teori ilmu kimia menjadi sebuah industri yang penting bagi peradaban dunia. Ilmuwan Islam di zaman kegemilangan telah berhasil menghasilkan sederet produk dan penemuan yang sangat dirasakan manfaatnya hingga kini.

Jangan salah juga, bahwa karya kimiawan ini bersentuhan dengan segala sendi kehidupan kita sehari-hari mulai dari obat-obatan, tekstil, minyak, kesehatan, makanan, perhiasan, hingga militer.

Jabir si Bapak Kimia Modern misalnya, telah tercatat sebagai penemu proses penyulingan, kristalisasi, kalnasi, dan sublimasi. Sang ilmuwan ini pun tercatat berhasil menciptakan instrumen pemotong, pelebur, dan pengkristal. Selain itu dia pun mampu menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, dan pemurnian. Tak hanya itu berkat jasanya pula teori oksidasi-reduksi yang begitu terkenal dalam ilmu kimia terungkap. Senyawa atau zat penting seperti asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, dan asam asetat lahir dari hasil penelitian dan pemikiran Jabir. Ia pun sukses melakukan distilasi alkohol.(republika.com)

Ternyata pembuatan parfum secara kimiawi juga merupakan salah satu pencapaian dari si Jabir ini. Makanya tokoh yang dikenal di baraat dengan nama Geber ini merupakan pelopor pembuatan industri parfum.

Sementara itu, kimiawan muslim lain yang bernama Al Razi telah memperkenalkan peralatan laboratorium modern yang digunakan hingga saat ini. Berkat Al Razi pula industri farmakologi muncul di dunia.

Maka tak perlulah tajut belajar imia, karena kita adalah cucu dari para kimiawan besar dunia.[Qomaruddin]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar